16 December 2014

Kesulitan itu Datang Karena Allah Menyayangimu

  Hidup itu punya banyak tantangan yang harus kita taklukan. Kadang Allah memang memberikan waktu kepada kita untuk bersedih agar kita tahu seperti apa rasanya bahagia. Kadang Allah memberi waktu kepada kita untuk merasakan kehilangan agar kita tahu artinya syukur saat memiliki.
Allah juga memberi waktu untuk kita merasakan peliknya jalan menemukan pasangan agar kelak kita tak menyia nyiakannya saat kita bertemu dengannya.
  Betapa banyak kisah orang yang kaya raya sejak kecil kemudian bangkrut seketika karena salah jalan, tak mampu bersyukur. Betapa banyak orang yang menyianyiakan pasangannya dengan selingkuh sana sini dan memandang remeh arti pernikahan karena dulu dia begitu disukai dan begitu gampang mendapat pasangan.

   So, bersyukurlah untuk sahabat yang diberi jalan untuk berkorban lebih berdoa lebih dan berikhtiar lebih dan lebih lagi karena pada saat itu sesungguhnya Allah sangat menyayangimu dan tak ingin engkau terlalu terburu-buru.

14 December 2014

Lilin sebagai Cahaya kehidupan

  Apa arti sebuah lilin dalam kehidupan?
Mungkin ini terlalu dipertanyakan. Sebab, lilin hanya sebuah benda kecil.
Kegunaannya baru Nampak ketika lampu listrik di rumah kita padam. Tapi, lilin adalah cahaya. Dan cahaya merupakan sebentuk materi.

Kebalikannya adalah gelap. Yang terakhir ini bukan materi. Ia tidak memiliki daya. Ia adalah keadaan hampa cahaya. Karena itu, meskipun kecil, lilin selalu dapat mengusir gelap.

Allah memisalkan petunjuk dengan cahaya, kesesatan sebagai gelap. Ini mengisyaratkan, pasukan kesesatan tak memiliki sedikitpun daya di depan pasukan cahaya. Ia hadir ketika pasukan cahaya menghilang. Sepanjang sejarah, umat kita mengalami kesesatan ketika ‘roda pergerakan syiar dakwah’ berhenti bergerak.

Disini tersirat sebuah kaidah syiar dakwah. Bahwa gelap yang menyelimuti langit kehidupan kita, sebenarnya dapat diusir dengan mudah, bila kita mau menyalakan lilin syiar ini kembali.

Berhentilah mengikuk gelap. Ia toh tak berwujud dan tak berdaya. Kita tak perlu memanggil matahari untuk mengusirnya. Tidak juga bulan.
Tak ada yang dapat kita selesaikan
dengan kutukan. Sama seperti tak bergunanya, ratapan di depan sebuah bencana. Musibah, jahiliyah, kekalahan yang sekarang merajalela di seantero dunia Islam kita, tak perlu ‘di islah’ dengan kutukan ataupun ratapan. Sebab kedua tindakan itu tidak menunjukan sikap ‘Ijabiyah’ (positif) dalam menghadapi realita. “Adalah lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada mengutuk kegelapan”.

Sikap ijabiyah menuntut kita untuk menciptakan kehadiran yang berimbang dengan kehadiran fenomena jahiliyah dalam pentas kehidupan. Ini mungkin tak kita selesaikan dalam sekejap. Tapi sikap mental imani yang paling minimal, yang harus terpatri dalam jiwa kita, adalah membuang keinginan untuk pasrah atau menghindari kenyataan. Kenyataan yang paling buruk sekalipun, tidak boleh
melebihi besarnya kapasitas jiwa dan iman kita untuk menghadapinya.

Disini ada sebuah pengajaran yang agung. Bahwa sudah saatnya kita
membuang kecenderungan meremehkan potensi diri kita. Ketika kita mempersembahkan sebuah amal yang sangat kecil, saat itu kita harus membesarkan jiwa kita dengan mengharap hasil yang memadai. Sebab amal yang kecil itu, selama ia baik, akan mengilhami kita untuk melakukan amal yang lebih besar. Ibnul Qayyim mengatakan, sunnah yang baik, akan mengajak pelakunya melakukan
‘saudara-saudara’ sunnah itu.

Akhirnya, tutuplah matamu dan nyalakan lilin, lalu: “Katakanlah, telah datang kebenaran. Sesungguhnya kebatilan itu pasti sirna”.

Wallahu a'lam bishowab

29 November 2014

Mengapa bayi baru lahir perlu dizakati?..

Zakat fitrah bayi yang baru lahir sekadar menjalankan kewajiban perorangan bagi orangtuanya guna
membantu fakir-miskin.

Zakat fitrah adalah “zakat badan” bukan zakat harta. Artinya, setiap muslim (yang masih bayi sekalipun) tetap dikenakan zakat fitrah. Khusus bagi sang bayi, tentu diwajibkan kepada orang tuanya. Hikmahnya antara lain agar setiap Muslim yang paling miskin
sekalipun, dapat merasakan indahnya kebahagiaan memberi sedekah dan indahnya kebahagiaan bisa berbagi.

Zakat fitrah bertujuan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan kotor dan perbuatan yang tidak berguna dengan untuk memberi makanan pada orang-orang miskin dan mencukupkan mereka dari kebutuhan dan meminta-minta pada hari raya.

Abu Hurairah RA, Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan An-Nasai,meriwayatkan, zakat fitrah itu wajib bagi orang-orang yang merdeka, hamba sahaya, laki-laki, perempuan,anak-anak, dewasa, fakir, atau kaya.Memang, ada juga ulama (seperti Said bin Musayyib dan Hasan Basri) yang berpendapat zakat fitrah itu hanyalah wajib bagi orang yang berpuasa saja,karena tujuan zakat fitrah adalah untuk menyucikan orang yang berpuasa.
Sedangkan bayi tidak butuh disucikan karena ia tidak melakukan dosa.Alasannya, hadis dari Ibnu Abbas riwayat Abu Daud yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw hanya mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari ucapan dan perbuatan kotor.

Wallahu a’lam.